24/12/15

TRAGEDI CAIRAN PEMBERSIH

“Eh, ada yang pingsan loh, ada yang pingsan!” bisik beberapa orang di samping gue, saat sampai di ruang pertemuan diacara KBB (kegiatan belajar dan bermain).
 Perkataan itu cukup membuat gue penasaran. Siapa yang pingsan? Anak SD yang kunjungan KBB ada yang sampai pingsan? Kenapa? Kecapean? Atau siapa yang pingsan? Anak SD nya? Atau salah satu teman seangkatan yang pingsan? Baru juga 3 minggu gue di pelatihan sudah ada berita heboh aja.
Kejadian tragis itu terjadi di Sabtu siang minggu ke-3. Pada pagi hari euphoria dipelatihan cukup campur aduk, ada yang bahagia ada juga yang terlihat muram. Mungkin karena pagi hari itu diumumkan daerah penempatan. Belum selesai euphoria itu kami sudah harus mengurus anak-anak diacara kegiatan belajar dan bermain (KBB) yang kami buat.
 Gue kemudian meminta beberapa siswa yang gue damping untuk duduk agar gue lebih tau jelasnya tentang kejadian ini. Kebetulan gue jadi pendamping kelompok untuk anak-anak kelas 1 dan 2.  Gue yang penasaran kemudian ikut nimbrung pembicaraan yang lumayan ramai itu. Usut punya usut ada yang meminum cairan pembersih.
Setelah gue kelola lebih dalam lagi pembicaraan yang cukup histeria ini, ternyata yang minum cairan pembersih adalah oknum L, salah satu teman gue di pelatihan. Wow, pikiran gue bekerja. Oknum L ini kenapa? Apakah dia stress mendapat daerah penempatan yang tak sesuai, lalu melakukan tindakan di luar nalar? Atau ada jin iprit yang membisikkan oknum L untuk minum cairan pembersih tersebut? Atau kalian ada yang bisa beri tahu gue?
Setelah selesai KBB, gue balik ke barak. Di barak, masih ramai dibicarakan tentang oknum L. Tanpa rasa bersalah gue masuk barak dan ke kamar mandi. Setelah keluar, kamar mandi, oknum A, salah satu temen di pelatihan menjerit-jerit, “Ini, nih yang di minum si oknum L, parah-parah ini dikira fres*t*a. siapa sih yang taruh cairan pembersih di botol fres*t*a ini?”
Perhatian gue teralih oleh perkataan si oknum A. Dwaaar, seperti ada besi tua yang menempeleng kepala gue. Itu kan punya gue. Sebotol pencuci piring yang biasanya gue letakan di lemari gue. Setengah tidak yakin, gue semakin mendekat, di sebelahnya masih tergeletak piring dan sendok kotor yang gue yakin punya gue. Karena satu-satunya orang yang cuci piring di barak itu hanya gue, yang lainnya dicuciin oleh petugas catering. Damn! Kali ini mau siapa lagi yang disalahkan?
Perasaaan gue, sebelum acara KBB gue sudah mencuci piring kotor itu. Tapi ternyata, memang pengarang sejati daya hayalnya tinggi banget ye. ( Belum menyuci piring aja udah berasa nyuci piring. Salahnya kejadiin ini hingga menelan korban. Sumpah gue merasa bersalah abis. Kalau oknum L, kenapa-kenapa gimana?
Tidak berapa lama, oknum L kembali ke barak, dengan muka masih terlihat sayu. Dia bilang dia sudah diberi obat penetral, namun dia masih merakan busa-busa sabun di sela-sela tenggorokkannya. Tuhan, ampuni saya! Saya melakukan segala daya upaya untuk membuatnya cepat kembali sembuh, dengan memberikannya susu UHT putih. Oknum L ini cuma merasa senang saat saya tawarkan sekotak susu UHT, dia belum tau siapa penyebab kejadian tragis kala itu. Ampuni saya, Oknum L. sungguh, saya tidak bermaksud apa-apa. :(

27/11/15

Love You


Voila, apa kabar semua.
Kali ini mau sedikit curhat, gak papa ya? (padahal emang suka curhat di blog kerjaannya)

Sudah hampir 3 minggu gue ngecamp dan di sana ada beberapa budaya yang harus diikuti. Salah satunya jadwal piket yang harus mengingatkan temen-teman tidur maksimal jam 23.00 malam dan hp yang diambil Senin pagi sebelum upacara. Sayangnya Senin itujadwal piket gue. Jadi setiap minggu malam gue akan mengingtkan teman-teman untuk tidak tidur malam. Hari itu besoknya ada kunjungan sekolah keluar kota, jadi rencananya akan berangkat pagi. Para fasilitator meminta tim piket untuk mengingatkan agar tidak tidur malam. Padahal selesai serah terima briefing piket itu jam 10 malem lebih. Rasanya ngantukpengen cepet-cepet tidur.
Tapi……
Pengen denger suara orang terdekat. Tapi ngantuk, terus Senin pagi kali itu bus untuk kunjungan sekolah akan berangkat jam setengah 6 pagi. Jadi hp juga dikumpulkan jam segitu juga. Sempa bete karena info itu baru dikabari pas minggu malam. Jadi memang hari itu kok rasanya belum puas ngobrol sm orang-orang terdekat.
                Solusi cepat menghilangkan rindu adalah minta orang-orang terdekat untuk mengirimkan voice note biar rasa rindu tersampaikan. #eaaa  jadi aku minta salah satu oknum terdekat untuk merekam suaranya melalui WA. Sayangnya, gue lupa, sumpah gue lupa banget. Hp gue itu sempat eror untuk speaker, setelah kecelakaan tempo lalu. Jadi percuma juga minta orang-orang kirim voice note ke gue, gue juga gak bisa denger. Rasanya gundah gulana banget, antara ngantuk, cape tapi masih rindu dengar suara-suara orang terdekat.
Gue masih berusaha mencoba agar hp gue bisa mengeluarkan suara sambil berteriak sambil berteriak “ayo-ayo tidur yuk, sudah malam..”
Gue berusaha mengecil dan membesarkan volume suara hp, menekan-nekan hp, siapa tau ada suara. Setengah capek, akhirnya gue menyerah dan tiba-tiba terdengar suara itu. Suara sangat ngebas, berat dan sangat kencang. Gue kenal banget suara itu. “………………… LOVE YOU”.
 Gue freeze, pura-pura mati. Anak-anak pada rame, ”siapa itu siapa itu?”
Mampus! Semoga gak ada yang tau, suara itu berasal dari voice note HP gue. Harga diri gue men.
Selang beberapa detik, anak-anak mulai tenang tapi…….
Oknum AV temen sebelah kasur gue nyeletuk. “Hani tuh, Hani!”
Gue hanya bisa pura-pura tidur berharap mereka lupa seiring terlelapnya mereka.

03/10/15

Bahagia itu Semu Doa itu Kepastian



Apakabar semua? Sudah lama tak bersua. Banyak, banyak cerita yang belum sempat gue ceritakan. Cerita kali ini adalah doa terpanjang dalam hidup gue, harapan dimana, yang hingga gue nulis hari ini pun, gue belum dikasih kepastian. God, please jabah doa hambamu ini...

Berawal dari dulu, gue yang masih kuliah pengen banget ikutan indonesia mengajar (IM). Ampe gue tulis disalah satu status fb, *udah gue cari pusing sendiri, bhahaha. Ternyata gue terlalu sering update status fb. :P * Dan sampailah pada hari itu... tanggal 17 September 2015, sehari sebelum ibu ulang tahun. Tanggal yang sumpah bikin gue bahagia...... bahagia banget... Sekaligus muram.

Back to the topic, gue udah kedua kalinya ikut seleksi  IM. Yang pertama (angkatan X) GAGAL, cuma sampai dirrect assesment (DA). Pas ada email gue dinyatakan gak lolos, dunia rasanya ancur. Lebay sih, tapi sumpah 3 hari gue down banget. Tapi gue belajar banyak di sini. Gue gak boleh NYERAH!

Gue berusaha tetep konsen, fokus ke kerjaan gue lagi. Apalagi saat itu gue sebenernya juga lagi sibuk untuk naik jabatan. Well, gue rasa Tuhan emang baik, gue disuruh untuk fokus kerjaan dulu. Alhamdulillah, akhir gue resmi jadi MOD udah bukan lagi MT ataupun bukan MOD akting. Di situ gue mulai merasa sayang sama Tuhan. Di kala masih suka melalaikan kewajiban gue, Tuhan masih aja sayang sama gue.

Bulan Mei akhir kalau gak salah IM, buka pendaftaran lagi untuk angkatan XI. Gue kemudian daftar lagi. Ini adalah salah satu harapan dan doa terpanjang gue selama gue hidup. Hahaha. Lebay, tapi ini serius. Setelah gue isi esai yang sedikit berbeda dengan esai angkatan X, tanggal 23 Juni gue masuk proses DA lagi. Bhahaha. Ada yang sama ada yang beda dengan DA sebelumnya, yang pasti kalau DA sebelumnya gue gugup, kali ini gue lebih santai, mungkin karena udah pernah mengalami kali ya? :P

Hasil seleksi untuk tes medical chek up (MCU) akan diumumkan dua minggu setelah seleksi dengan perkiraan gue, minggu pertama di bulan Juli. Sumpah dari hari Senin sampe Minggu, di minggu pertama bulan Juli gue galau pantengin email tiap hari. Dan di sanalah awal kesabaran gue di uji. Dari 15 orang yang tes berbarengan dengan gue hanya satu orang yang langsung diminta tes  medical chek up. Her name is Happy.  HAPPY is verry lucky girl ..! :D Sisanya ada yang diinformasikan gagal dan ada yang di-pending hingga minggu ke dua atau ke tiga  bulan Agustus. Dan gue adalah salah satunya.




Oke, masih sebulan lebih lagi, sumpeh masih lama. HEU. Tapi gue berusaha sabar, dengan asumsi kaki gue juga belum sembuh, kalau gue tetep nekat siapa tau pas MCU malah gak lolos. Gak tau kenapa makin hari gue merasa semakin takut, takut terlalu berharap mendahului kuasa Tuhan dengan pikiran-pikiran manis gue, di sisi lain gue takut, takut sudzon sama Tuhan dengan pikiran-pikiran buruk gue. Sampai tanggal 14 Agustus datang, mereka-mereka yang digantungin sama kaya gue, dikabari bahwa mereka lanjut ke tahap MCU. Haaaaaaaa, sumpah lemes, lemes banget, cuma gue dan Anwar yang gak dapat email. Udah fix banget kayaknya gue gak akan lolos. And then gue kabur ke Jogja buat refreshing, padahal hanya dapat dapet libur 2 hari, 17-18 Agustus tapi gue nekat langsung cus.

Kemudian gue mulai mengiklaskan, mungkin bukan waktunya gue ikut IM. Gue udah mulai pasrah kalau ada email rejection dari pihak IM. Makin takutnya gue sampe bela-belain gak tau malu whats app Kak Ncan (Panitia rekrutmen IM), nanyain kapan email rejection muncul. Bhahaha.

Tanggal 25 Agustus email  dari  IM pun hadir kembali. Membuat gue nangis, ngebuat gue kembali berharap. Lagi-lagi doa gue ditangguhkan sama Tuhan. Mungkin Tuhan mau lihat seberapa besar dan seberapa kuat permohonan gue ke Beliau.




Gue kemudian kembali berdoa, kembali berharap, kembali meminta dan dasyatnya lagi Tuhan punya kejutan-kejutan kecil buat gue. Beliau menghadirkan seseorang untuk menemani hari-hari gue. *semoga kamu yang terakhir ya mas.. :D oke, sorry rada OOT  :P*  Tanggal 11 September gue di email lagi sama pihak IM. Lagi-lagi emailnya membuat gue harus banyak berdoa. Yeee, gue masuk sebagai kandidat meski hanya sebagai cadangan. :D gak, tau sih sebenernya mesti senang atau sedih dapat email itu. Senang-seenggaknya bisa jadi cadangan, sedih-karena saat gue berdoa bisa jadi pengajar muda di IM, maka saat itu secara gak langsung gue juga berdoa agar ada seseorang disana yang mengundurkan diri.



Kemudian waktu berjalan seolah sangat cepat,  tanggal 12-14 September gue liburan ke Bangka Belitung, 15 September nya gue tes MCU. 16 September gue langsung  diumumin lolos sebagai  Calon Pengajar Muda XI. Wee, gue di kantor nangis sesunggukan, bahagia banget. Tanggal 17 September gue tandatangan kontrak.



Tanggal 17 September adalah momen terbahagia sekaligus momen tersuram dalam hidup gue. Tanggal itu juga hasil MCU turun dan hasilnya adalah gue fit with medical Note. Dan note-nya cukup membuat gue down. Ada Lesi TB di paru-paru kanan gue dan SEDANG AKTIF PROSES. Tanpa babibu tanggal 18 nya gue langsung ke dokter paru-paru. Tanggal 21, gue ambil hasil lab dan Hasil rotgen ulang. Hasil rotgen ulang pun sama, gue mengidap TB, meskipun dari hasil lab negatif.




Gue down. Sangat-sangat down. Kenapa? Karena harus rawat jalan intensif 6 bulan, dan penyakit itu menular, meskipun untuk hasil lab gue negatif yang artinya untuk penularan sangat minim. Haha, tapi tetep aja gue down, belum lagi dokter menginformasikan spekulasi-spekulasi terburuk kemungkinan yang terjadi pada gue nantinya. Hell, kemungkinan gue gak akan bisa lanjut IM.
 Dokter yang nanganin gue, ngebuat janji konsul lagi untuk tanggal 7 Oktober nanti, karena dia cuti. Gue kemudian coba pasrah menghubungi pihak IM, dengan spekulasi terpahitnya gue bakal di CUT dari IM. 

DAN LO TAU APA YANG TERJADI? TUHAN TUH MAHA BAIK, BAIK, BAIK BANGET..! SUMPAH! BELIAU PASTI MASIH SAYANG, GUE. :D 

  Pihak IM, bilang itu tergantung dari keputusan dokter bukan dari keputusan mereka. Karena bagaimana pun yang lebih mengetahui tentang penyakit gue ya cuma dokter paru-paru. Dan di sini lagi-lagi cuma DOA yang bisa gue lakuian agar dokter membolehkan gue pergi jauh ketempat yang mungkin minim kesehatan. Dan hanya itu yang bisa gue lakukan sampai tanggal 7 besok.


Dari sini gue banyak banget dapet pelajaran, bahwa BAHAGIA ITU SEMU DAN DOA ITU KEPASTIAN. Sumpah gue sayang banget sama Tuhan. Gue cinta sama Tuhan. karena diwaktu yang hampir bersamaan dia ngabulin doa gue plus ngasih gue hadiah seseorang yang nantinya Insya allah bisa jadi imam gue *aduh sori gue, sedikit lebay, haha* Tapi bener deh Tuhan tuh maha baik, coba bayangin gue dikasih informasi kena lesi TB, sebelum gue kenapa-kenapa. Gue gak bisa banyangin, apa iya gue  bisa menerima penyakit gue, kalau gue udah sampai tahap batuk berdarah? 

Ya ALLAH, Hani sayang ALLAH. :D

30/08/15

Istri Oknum ADP *Gunung Kidul-Kali Biru Part 2*

Lanjut lagi~ Kisah ini berawal di hari Minggu malam tanggal 16 Agustus lalu. Kali ini gue  udah di kereta. Kereta baru aja datang dan gue langsung mencari gerbong kereta gue. Pas masuk gerbong tempat gue masih sepi, asik bisa lenyeh-lenyeh~ gue menaruh barang bawaan gue dan mengambil setangkup roti untuk diolesi selai. Gak berapa saat ada ibu-ibu datang menbawa banyak barang bawaan. Dan kebiasaan kepo gue muncul, untuk memperhatikan ibu-ibu itu. Perkiraan gue, usia si ibu itu awal 40an, dia memakai baju kuning kalem penuh dengan aksesori cincin dan gelas. Sepertinya orang kaya, entahlah....

Gue mulai tersenyum untuk membuka percakapan, saat ibu itu sudah duduk nyaman, di depan gue. Percakapan basa-basi pun dimulai. Dan..... jeng-jeng.... si ibu ini orangnya kelewat ceriwis. Dia cerita macam-macam tentang bapaknya yang orang Palembang, dia yang dari kecil tinggal di Bogor, sampai anaknya yang di Jogja ini nikahnya dengan cara DIJODOHIN *Eh, ke capslock* :P , sampai cucunya dari anaknya yang tinggal di Jogja ini udah SD, sampe cucunya yang kecil ikut sm besannya di Lampung, sampe......... sampe......... *saya letih mendengarkanya* bhahahaha, tapi ibu ini baik banget sih. Lucunya, kita bawa oleh-oleh yang sama untuk yang di Jogja. :D

Di tengah-tengah si ibu bercengkarama, gue coba menghubungi oknum ADP, soalnya tadi terakhir kontak gue lagi kalut takut terlambat. Karena suara tak terdengar, jadinya si oknum ADP ini yang menelepon. Eh, pada masih inget kan oknum ADP itu siapa? Iya, itu yang tidurnya suka bikin anakan sungai.  :P #kaboooor        

Teleponnya lumayan lama dan ngalor-ngidul, dari yang gue kasih info gue udh di kereta, sampai ngomongin rencana jalan besok, tadinya tanggal 17 Agustus gue mau mantai aja bareng oknum ADP dan baru gabung sama Eja n Ono tanggal 18 Agustus. Tapi karena jeng Retno satu itu telat kereta jadi jadwal yang eja-ono udah buat kacau. L si Eja dan Ono akhirnya minta aku + oknum ADP ikut mereka rental mobil tanggal 17 ke Kali Biru dulu, 18 nya baru ke pantai. Kan gak mungkin, wong tanggal 18 rencananya sore jam 3 an gue udah mau balik. *padahal gue, emang pelit aja, kalau harus patungan rental mobil, mending ngemotor aja kan bareng oknum ADP? #GRATIS* bahahaha.

Dari yang ngomongin jalan-jalan tiba-tiba penyakit gue kambuh, malah jadi gak fokus. Peyakit suka gombalin anak orang kambuh. Mulailah pembicaraan sesekali diselingi gombalan. Lagi asik-asiknya ngegombal, tiba-tiba oknum ADP  bilang gini....

                “Han, han bentar deh...”
                “Kenapa mas?” Gue spontan bilang kaya gitu.

Dan......................................................
Ada suara baru, yang gak gue kenal muncul di balik telepon genggam gue.

                “Haloooo?”
                “EE, iya...” ucap gue sedikit syok tak mengenali suara orang ini.
                “Saya, ISTRINYA Mas ***a. Ini siapa ya?”

                “Oooo, saya Hani Temannya. Ini ibunya ya?” *syok terapi* ini gue yakin banget ibunya oknum ADP, aduh mampus, kenapa jadi ibunya yang bicara sama gue? Aduh, belum siapa gue jadi menantunya. #EH.*Salah fokus*

                “Bukan ini istrinya....”
                “Oooo,” mampus gue dari tadi cuma bisa ngomong oo-oo doang. Help me pliss >_<
                “Katanya mau ke Jogja ya?”
                “Iya, hehehehe,” *alhamdulillah ya, akhirnya gue bisa ngeluarin kata-kata lain selain oooo*
                “Kapan?”
                “Ha-Hari ini. Besok sampainya,” ucap gue masih canggung.
                “Owalah, kamu orang mana?”
                 “Orang Pamulang, hehehe,”

                “Oh, gitu.......” hening tercipta beberapa detik kemudian terdengar suara menjauh “ Mas, ini temenmu siapa tadi namanya? Udah ah...”

                “Halo?” terdengar suara barito oknum ADP lagi.
                “MASSSS!!” suaraku setengah berjerit lupa kalau lagi ditengah keramain kereta.  “Sumprit, canggung abis sumprit. Malu ih. Itu ibu kamu ya, Mas?” tanya gue mulai mengintrogasi oknum ADP ini.
                “Iya, bhaha. Emang enak? Bhahaha. Makanya jangan suka gombalin orang. Kenakan gue kerjain?”
                “Malu ih, mas malu!” *SUMPAH YA INI ANAK SATU MINTA DIMAMAMIN CABE KALI YA. ADUH, SUMPAH JANTUNGAN GUE.*   

                “Bhahaha, dari tadikan juga di loudspeaker, Han,”

                “Apah?” *masih syok* “Yang,gombalan enggak kan, Mas?” *Anjir, urang teh kesannya pecicilan pisan, gombalin mas-mas telah beristri* *tears*  :’(

                “Di-loudspeaker dong orang-orang rumah pada ketawa malah tadi....”
                “Oh, gitu....” #lemes “Yaudah, deh Mas, aku mau tidur dulu, matiin ya teleponnya, matiin..”

Men, sumpah men! Malu, men! Kepret banget ituloh si oknum ADP. Aduh, kan gue kesannya pecicilan, centil banget jadi cewe. Padahal kan cuma bercanda. Kan, malu banget. Malu ih. Topeng mana topeng?    :’(

27/08/15

Gunakan Kesempatan Sebisa yang Kamu Bisa *Gunung Kidul – Kali Biru Part 1*



Wohooo, kali ini gue mau nyeritain pengalaman gila gue. *Menjangan udah bener-bener lupa* *edisi lelah menunggu foto-foto dari yang lainnya* *edisi  narsis tapi gak tau diri* kali ini gue mau cerita tentang ide gila gue ke Yogya dadakan. Iya Yogyakarta, tempat kamu tinggal~ iya, kamu~ #eaa
Jadi sebenarnya gue mulai penat banget sama kerjaan, sengaja niat minta jatah libur dua hari berturut-turut sama papih~ dan dikasih tanggal 17-18 Agustus. Gue pikiranya mau ke Bandung mau ketemu temen kuliah, ke Nangor, jengukin temen yang udah punya debay. Pokoknya rencananya manis banget lah ya, sampe gue lupa tanggal 15-17 itu long week end.   And anak muda jaman sekarang udah pada punya rencana masing-masing.. :’( Ada yang ke Dieng, ada yang ke Singapore, pokoknya sibuk masing-masing deh. *tears* Tadinya mau nekat aja mau main ke sepupu, tapi kok mulai ragu takut lagi repot, mane lagi kagak ada pembantu. Sempet mikir apa gue nge-hotel gitu ya, terus main di Bandung sendirian *asek, ceritanya gue tajir,mau nginep di hotel mahal* Tadi sempat mikir apa nginep di tempat nyokap aja ya, kan lumayan sok-sokan berenang cantik *padahal kagak bisa berenang* bhahahaha.
Tetiba hari Minggu patner gue minta tuker jadwal supaya gue jadi pagi, dan gue baru masuk lagi hari Rabu siang, mayan banget kan buat liburan yang jauh? Tiba-tiba langsung kepikiran mau ke Yogjakarta, kebetulan si Eja dan Ono sebenernya ngajakin ke Yogya tanggal 15 Agustus, kan mayan kalau gue bisa gabung mereka sehari doang ditanggal 17 Agustusnya. Gue langsung ngehubungi berbagai pihak yang ada di Yogja, ya Dika, ya Tsabit, ya Mas Dita, ya, si....... *eh, gak jadi deh, kan doi yang minta jangan neghubungi lagi apapun yang terjadi* #eaa, Hani mulai mengenang masa lalu, ea, Hani curhat abis-abisan* *oke-oke fokus lagi ke depan.*
Gue hubungin Tsabit doi sok sibuk mau ke Merapi, gue hubungi ayang Dika, doi juga sibuk mau jadi tiang bendera pas upacara, tanggal 18 Agustus nya juga  doi ulang tahun dan masuk kerja *kok gue jadi curiganya doi ga mau diketemui karena takut gue minta traktiran ya?* bhahaha pilihan terkahir hubungi Mas  Dita, dan alhamdulillah doi bisa nemenin gue jalan2 katanya. *alhamdulillah ya, rejeki anak solehah*
Minggu habis kerja gue langsung capcus ketar-ketir, mau berangkat ke stasiun, kereta berangkat jam 21.45 wib. Gue berangkat dari rumah jam 8 malem, sambil ketar-ketir takur telat, sampai di Stasiun Sudirman karena takut telat akhirnya gue milih naik ojeg ke pasar senen. Mayan 30 ribu tapi gue males berdebat tentang harga jadi gue okein aja. Bahaha.
Di jalan gue kalut takut ketinggalan kereta, soalnya si Ono ketinggalan kereta dan acara jalan-jalannya jadi lumayan berubah total. Si bapak ojeg mulai ngajakin gue ngobrol, doi bilang, doi cuma iseng-iseng jadi tukang ojeg, buat nambah penghasilan. Dan tau gak sih, doi itu kerja di Bank ma*di*i? Sesuatu banget ya, padahal doi pegawai bank, tapi masih aja mencari penghasilan tambahan malem hari kayak gini.   Yang gue pelajari malam itu banyak banget yaitu salah satunya, Tuhan bakal ngasih jalan buat mereka yang mau berusaha keras, yang mau gunakan kesempatan yang dia punya. So, jangan pernah mau menyerah dengan keadaan. Apapun itu seberat apapun itu, kita harus berusaha, tapi inget usahanya yang halal ya.. :D biar tambah berkah.

*bersambung*